Monday, February 13, 2012

With LUCK , Impossible we do. Miracle we try~

Setelah kurang lebih sepekan nonstop berjibaku dengan berbagai macam buku yang berisi huruf-huruf laknat itu, akhirnya dengan ini gw mengumumkan tuntas sudah perjalanan semester 5 gw. Tapi cepat yah, kayanya baru kemarin gw seneng banget nyandang status 'Mahasiswi' . Dimata dan benak gw saat itu, menjadi mahasiswi itu asik, bebas, dan keren. Ada rasanya bangga dan sedikit sombong saat melihat anak putih abu-abu atau si biru dongker, gw gak lagi bagian dari mereka. Dengan masih dengan sombongnya ngatain mereka : " Dasar sekya! Dasar ababil ! " , lupa gw pun pernah melewati masa-masa seperti ini.


Perkuliahan dan status 'maha' terasa begitu indah pada semester 1 dan 2. Saat diri ini masih semangat 45 , tugas gampang dan cuma secumprit, pokoknya saat semua masih terasa ringan dan mudah. Hingga akhirnya tiba saat dimana negara-negara api mulai menyerang, mengusik jiwa dan batin suka bikin galau-galau gimana gtu. Perkuliahan menjadi suatu hal yang kurang asik lagi, dan status 'Maha' semakin mengingatkan gw bahwa gw pun semakin tua. Bertemu Dosen-dosen kampr*t, tugas segambreng, dan saat A tidak lagi mudah untuk diraih. Ternyata emang masa yang paling indah itu masa-masa di sekolah *nyanyi lagu chrisye* , saat harga 'kegagalan' gak semahal sekarang.


Ada ungkapan yang bilang ' Mahasiswa BERUSAHA, Dosen BERKUASA ' 

Setelah gw pikir-pikir ini ada benarnya juga sih ya, bukannya maksud mw menyalahkan dosen atas apa yang terjadi tetapi terkadang emang dosen itu bisa ngaruh ke nilai juga loh. Kita mahasiswa ini cuma bisa berusaha, tetap pada akhirnya dosen yang berkuasa memberi nilai. Dan sebenarnya ini juga erat kaitannya dengan yang namanya faktor LUCK. Seperti post gw sebelumnya ada berbagai macam jenis dosen, ada yang baik hati ada yang nyebelin ada yang cuek, dll. Nah disini peruntungan lu diuji, seberapa beruntungnya elu. Simple nya gni deh, klo lu dapat dosen yang baik, asik, ngajar nya enak dan mudah dipahami tingkat keberuntungan elu bisa meningkat beberapa kali lipat. Tapi kalo elu dapat dosen yang kampret, mendapatkan dosen begini bisa menjadi awal dari perginya sinar keberuntungan dalam perkuliahan elu.

Gw beri contoh salah satu ketidak beruntungan gw yang menyebabkan nilai gw jadi keseleo, pas gw mendapat mata kuliah yang namanya Entrepreneurship. Sial gw dapat dosen yang kampret, saat orang presentasi dia malah asik sibuk dengan makalah kelompok sebelumnya, kita yang menjawab pertanyaan orang lain gak diliat sama dia. Padahal yang menjawab pertanyaan dan bertanya itu harusnya dapat nilai tambahan. Dan pada akhirnya dia memberi nilai kami yang menjawab pertanyaan 83, dan 2 orang yang presentasi (cuma baca slide dikasi 85, WTF bgt gk sihhh?) Seriusan ini gw sebel banget! gara-gara si kampret ini gk nyimak orang presentasi, nilai akhir entre gw itu B gendut! 84! Andai pas UAS presentasi ini dia ngasi gw 85 aja, nilai gw itu uda A bung! Lu tau kan betapa berharganya nilai A itu ??? Errrrr gw sungguh tidak beruntung!


Contoh lain dari ketidak beruntungan, senior gw kebetulan dapat dosen yang menjadi 'kepala' dalam pelajaran Entre juga. Si dosen pinter sih, maksud dia baik tapi apa yang dia harapkan, ekspektasi dia ketinggian untuk kami para anak sastra, apa yang dia harapkan itu lebih cocok jika diaplikasikan ke anak-anak yang emang terjun dalam perekonomian atau bisnis. Hingga akhirnya anak-anak pada dapat nilai D n C untuk makul ini, dan hanya beberapa orang yang bisa dihitung pake jari dapat nilai B. Menghancurkan IP sekali yah mata kuliah umum seperti ini. Dan Benar-benar sial dapat dosen kaya gni, untung yang ini uda di blacklist sama jurusan..selamatlah generasi mendatang dari ketidak beruntungan ini!


Ada juga temen gw yang kurang beruntung, kelas dia dapat dosen yang sedikit kampret untuk mata kuliah MKI. Kelas dia rata-rata dapat nilai B dan C, dan kebetulan dia kebagian yang C. Gara-gara nilai C di makul gak penting ini dia jadi gak bisa ambil beasiswa. Padahal anak ini pinter di pelajaran lainnya, dia hanya gak beruntung, bisa-bisanya dapat dosen yang kampret kaya gini, bandingin sama kelas gw yang beruntung dapat dosen asik dan baik, kelas gw rata-rata pada dapat nilai A untuk makul ini.


Gw tau dan sadar sepenuhnya, bahwa nilai jelek atau bagus itu sebenarnya bergantung pada diri kita. Seberapa giat dan berusahanya kita. Kitalah yang menentukan nilai kita sendiri, cuma yah begitulah tetap klo menurut gw, gak cuma  dalam nilai tapi juga dalam hidup ini kita juga membutuhkan yang namanya LUCK/HOKI. Dengan usaha + doa + Faktor LUCK kita bisa menjadikan sesuatu menjadi lebih 'sesuatu' lagi . Pikir deh, terkadang mau sebegimana kita berusaha dan berjuang kalo lagi gk LUCKY/HOKI hasilnya itu bisa jadi BEDA. Jadi sebenarnya ini hanya masalah beruntung atau gak aja sih.
* Baidewei ngerti gak sih maksud gw? Someoneee ngerti pliss.. hahaha! *


@tatatoy yang berharap selalu diterangi sinar keberuntungan

5 comments:

  1. aku aku mengerti! memang cerdasnya diriku, uuuu.. :3
    #komenpenting

    ReplyDelete
    Replies
    1. aah senang sekali ada yg ngerti *jingkrak-jngkrak*

      Delete
  2. Hahahaha.. Lucky person get everything :p
    anyway, baca my stupid boss juga ya?

    salam kenal :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha..iya ada baca jg..lucuuu..
      salam kenal, makasi uda mampir loh :D

      Delete