Hari semakin panas.
Indonesia gonjang ganjing.
Yes, itulah gambaran terkini negara kita semingguan ini. Tidak lain tidak bukan dikarenakan isu kenaikan harga BBM. BBM yang seharga 4500 mau di naikin jadi 6000. Rakyat meronta ! Rakyat menolak !
Demo mengatasnamakan kepentingan rakyat digaungkan. Demo tidak hanya di ibukota, daerah-daerah pun mengalami pergolakan. Medan, Makassar, Surabaya.dll . Jujur gw sebenarnya gak suka sama pemberitaan media yang terus menerus soal demo ini, karena pemberitaan berlebihan itu dapat memunculkan dugaan-dugaan, dan mengusik rasa aman kita. Gw sendiri lebih tertarik sama pemberitaan 'permainan/strategi politik' para fraksi yang muncul dari wacana kenaikan bbm ini. Ntah kenapa meski Politik itu busuk, tapi selalu menarik untuk disimak.
Ada yang bilang bbm naik 1500 aja pada protes. Beli rokok 12 rb bisa. Sebenarnya analogi ini gw liat sebagai pisau bermata dua. Kenapa? Karena kalo kenaikan bbm ini akan memunculkan efek domino, harga-harga kebutuhan pokok, transportasi, dan berbagai aspek kehidupan bisa terkena imbas. BBM naik, gaji dan pendapatan belum tentu naik. Nah Ini yang kemudian jadi permasalahan. Sedangkan rokok? Rokok dan bbm adalah 2 hal yang berbeda, gak bisa disamaiin. Rokok mw naik berapa juga gak akan membawa dampak besar terhadap aspek kehidupan. Tapi yang lucunya terkadang mereka uda susah, ntah gimana tetap aja punya duit buat beli rokok! Nah loh!
Jadi sebenarnya Masyarakat apa Mahasiswa mau demo menentang kenaikan harga bbm itu sah-sah aja. Mereka rela panas-panasan seharian demi memperjuangkan suara mereka. Mungkin pas demo mereka bahkan gak pake sunblock. Gw yang kena panas dari perjalanan kampus ke kos aja uda ngedumel, sedangkan mereka rela bertahan! Salut. Dan wong katanya kan negara kita negara Demokrasi. Bahkan kebebasan berpendapat itu tertulis jelas dalam Undang-undang No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di muka umum.
pasal 1 ayat (1) berbunyi kemerdekaan menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara bebas dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Selanjutnya dalam pasal 2 ayat (1) juga menyebutkan setiap warga negara secara perseorangan atau kelompok bebas menyampaikan pendapat sebagai perwujudan hak dan tangung jawab berdemokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Telah tertulis jelas, 'secara bebas dan bertanggung jawab' . Maka semua menjadi tidak benar saat apa yang diatasnamakan memperjuangkan suara rakyat ini berubah menjadi tindakan anarkis, vandalisme. Merusak fasilitas umum ? itu juga dibeli pake duit kita. Ngerusakin showroom mobil ? ngobrak nbgabrik McD ? apa hubungannya sih ? Inilah mungkin kenapa orang-orang menyebut mereka sang pejuang ini 'bego' . Rusuh, ribut, situasi kehidupan yang gak kondusif seperti ini tentu membuat kita semua merasa gak aman, gak nyaman , dan bahkan dapat mengganggu kita beraktifitas. Mau berpendapat boleh, mau menyampaikan aspirasi boleh, tapi sampaikanlah semuanya dengan bijak dan tertib. Kita semua pasti ingin kehidupan yang aman dan tentram.
Dan di lain sisi . . .
Pemerintah.
Posisi Pemerintah ini bagai buah simalakama. Maju kena, mundur kena. Kasian.
Gw pribadi dapat memaklumi langkah yang hendak diambil oleh pemerintah ini. Dengan keadaan harga minyak mentah dunia yang terus mengalami fluktuasi, sangatlah wajar jika pemerintah pada akhirnya harus menaikkan harga bbm. Saat minyak dunia meroket tajam, tentu negara harus melakukan penyesuaian. Rakyat tidak bisa terus menerus berharap subsidi dari negara. Seperti anak yang gak bisa terus-terusan berharap disuapin sama orangtuanya. Padahal sebenarnya maksud pemerintah ini baik loh, subsidi bbm tidak sepenuhnya dihentikan hanya di alokasi ke lainnya. (Walau kita gak tau gimana realisasinya apakah tepat sasaran atau tidak.) Karena selama ini bbm yang bersubsidi sering kali ikut dinikmati oleh mereka yang mampu. Tapi mungkin karena namanya juga rakyat kecil, pemahaman mereka akan hal seperti ini sangatlah kurang, yang mereka tau hanyalah saat pemerintah menaikkan harga bbm maka itu adalah suatu tindakan tidak pro rakyat, menyengsarakan.
Dan yang paling heboh tentu saja RAPAT PARIPURNA yang membahas kenaikan bbm. Rapat yang memakan waktu seharian ini.
Yang menyaksikan langsung Rapat ini pasti gak bisa menahan emosi ngeliat tingkah laku ajaib para wakil rakyat yang mengaku terhormat ini. Diluar masalah apakah mereka benar-benar demi kepentingan rakyat, atau ada kepentingan politik (masa tadi ada yang ngomong begini : " Kami ingin rakyat tau, kami benar-benar menolak kenaikan BBM <-- cari muka banget gk sih?) Sebenarnya Masalah attitude, manner para anggota dewan terhormat ini lah yang menjadi sorotan, membuat siapa pun yang menonton ingin berkomentar pedas.
Bayangkan hujan interupsi terhadap pimpinan, satu orang berpendapat yang lain pun ikut bersuara, memotong pembicaraan orang, teriak-teriak, nyanyi-nyanyi gak jelas. Padahal dari kecil aja dalam pelajaran PPKN kita diajarkan untuk menghormati dan menghargai pendapat orang lain, jangan menyela perkataan orang lain. Kata-kata seperti 'Norak, Kampungan' pun terucap dari bibir para anggota dewan kita sendiri. Benar-benar gak intelek, kamseupay. Dan seakan-akan kehadiran pimpinan sidang pun gak ada artinya lagi. Salut banget sama Pak Marzukie Alie selaku Ketua DPR dan juga Ketua Sidang, bisa sabar banget ngehadapin para anggota yang berisik gak beraturan itu. Walo tadi si Bapak sempat emosi juga beberapa kali tapi tetap kembali bisa mengendalikan diri. Kalo gw mungkin uda gw sambit mic orang-orang yang menyela-nyela dan gak sopan itu.
Bayangkan hujan interupsi terhadap pimpinan, satu orang berpendapat yang lain pun ikut bersuara, memotong pembicaraan orang, teriak-teriak, nyanyi-nyanyi gak jelas. Padahal dari kecil aja dalam pelajaran PPKN kita diajarkan untuk menghormati dan menghargai pendapat orang lain, jangan menyela perkataan orang lain. Kata-kata seperti 'Norak, Kampungan' pun terucap dari bibir para anggota dewan kita sendiri. Benar-benar gak intelek, kamseupay. Dan seakan-akan kehadiran pimpinan sidang pun gak ada artinya lagi. Salut banget sama Pak Marzukie Alie selaku Ketua DPR dan juga Ketua Sidang, bisa sabar banget ngehadapin para anggota yang berisik gak beraturan itu. Walo tadi si Bapak sempat emosi juga beberapa kali tapi tetap kembali bisa mengendalikan diri. Kalo gw mungkin uda gw sambit mic orang-orang yang menyela-nyela dan gak sopan itu.
Jadi menurut gw, disini gak ada yang bener gak ada yang salah. Semua memperjuangkan hak nya dan semua mengharapkan yang terbaik. Yang salah adalah CARA PENYAMPAIAN nya. Jadi kalo pun ada yang berkomentar pedas, gw lihat itu bukan sebagai sesuatu yang 'sok pinter' gak ngerti perasaan para demonstran atau jelek"in pemerintah tapi lebih kearah 'gerah' sama cara 'salah' mereka itu. Coba yang namanya korupsi bisa dibasmi, uang-uang yang dikorupsi ini bisa banget loh untuk dialokasi kan sebagai subsidi untuk rakyat. Tapi yang menjadi masalahnya KORUPSI di negri kita ini uda kaya mendarah daging, susah banget buat dibasmi !
Dan yah namanya juga POLITIK selalu penuh SANDIWARA dan INTRIK, Politik itu dilakoni oleh mereka-mereka aktor dan aktris terhebat. Kita gak akan pernah tau apa yang sebenarnya terjadi , permainan-permainan dan kepentingan seperti apa dibalik semua tindakan mereka. Dan untuk para anggota dewan, sadar yang namanya manusia apalagi saat emosi itu bisa menjadi lepas kontrol, Gw juga kalo uda emosi bisa jadi bar-bar. Tapi kembali, kalian itu wakil rakyat dan segala tindakan perkataan kalian menjadi tontonan seluruh rakyat Indonesia, coba cerminkan anda sekalian itu terhormat dan intelek dari perkataan dan tindakan yang sopan, tertib dan santun. Akhir kata cuma bisa bilang marilah kita berdoa sajalah untuk diri sendiri, orang lain, mereka, dan bangsa ini. Untuk sesuatu yang lebih baik. AMIN.
Dan yah namanya juga POLITIK selalu penuh SANDIWARA dan INTRIK, Politik itu dilakoni oleh mereka-mereka aktor dan aktris terhebat. Kita gak akan pernah tau apa yang sebenarnya terjadi , permainan-permainan dan kepentingan seperti apa dibalik semua tindakan mereka. Dan untuk para anggota dewan, sadar yang namanya manusia apalagi saat emosi itu bisa menjadi lepas kontrol, Gw juga kalo uda emosi bisa jadi bar-bar. Tapi kembali, kalian itu wakil rakyat dan segala tindakan perkataan kalian menjadi tontonan seluruh rakyat Indonesia, coba cerminkan anda sekalian itu terhormat dan intelek dari perkataan dan tindakan yang sopan, tertib dan santun. Akhir kata cuma bisa bilang marilah kita berdoa sajalah untuk diri sendiri, orang lain, mereka, dan bangsa ini. Untuk sesuatu yang lebih baik. AMIN.
Sekian dari gw,
@tatatoy yang mendadak (sotoy) jadi pengamat politik
p.s my own opinion
p.s my own opinion
uda ky mased lho mw jd pengamat politik..
ReplyDeleteakhir" ini mased jg sk menagamati kehidupan politik ini..wkwkwkwk...
ahaha..
Delete*benerin poni* B-)