Friday, January 25, 2013

God Bless Us yo~

Hello long time no see, i dont really active lately. >.< Boooo...
almost end of January, 2013 sama aja, waktu kian cepat berlalu. 
Seminggu lalu semua mungkin uda tau yah apa yang terjadi sama Ibukota kita ini, nah bagi yang belum tau karena mungkin tinggal di negri antah barantah sekarang gw kasi tau, Jakarta dilanda BANJIR. Hujan deras yang terus mengguyur menyebabkan banjir dimana-mana pada tanggal 17 Janurari. Banyak ruas jalan yang tidak lagi tergenang tetapi sudah menjadi kolam renang. ouch! Menyebabkan terganggunya mobilitas dan akses kemana-mana karena banyak jalan yang tidak bisa dilalui. Akibat banjir ini pun kampus diliburkan selama 3 hari ( yang pada akhirnya menyebabkan gw BANJIR KP T_T)  

Dan kali ini yang mau gw soroti adalah . . .

Disaat banjir gini masih aja ada yang saling menyalahkan. 
Menyalahkan Jokowi selaku Gubernur lah ini itu lah. Heran, jadi manusia kenapa tolol banget ya. Jokowi itu cuma Gubernur bukan Musa yang bisa membelah laut merah. Jokowi juga bukan Nuh yang punya bahtera yang bisa menyelamatkan warga Jakarta. Kalau pun mau menyalahkan, oknum yang paling bertanggung jawab adalah yah manusia itu sendiri. Manusia-manusia jahat yang membuang sampah sembarangan, membuang sampah ke kali-kali/sungai-sungai. Ujung-ujungnya orang-orang yang telah membuang sampah pada tempatnya pun ikut imbas. Tapi yah itulah manusia, menyalahkan dan menumpahkan kesalahan ke orang lain jauh lebih mudah ketimbang merefleksi dan mengakui kesalahan diri sendiri. 

Selalu ada berkah dimana pun bagi siapa pun bahkan saat banjir sekalipun. 
Dibeberapa titik, banjir Jakarta menyebabkan orang-orang harus mengungsi menggunakan Sampan, perahu karet, gerobak, sebangsanya. Berbagai makanan/minuman naik berkali-kali lipat harganya. Mungkin bagi "korban" akan berkomentar " disaat banjir gini masih aja ada yang ngambil kesempatan" . Tapi disini gw hanya mencoba melihat dari 2 sisi. Sejalan dengan ilmu ekonomi, semakin meningkat permintaan maka penawaran pun semakin meningkat. Ngungsi naik perahu, gerobak sejenisnya dikenakan tarif 200rb-500rb , makanan mahal, sebungkus indomie bahkan bisa mencapai 10rb. 

Apa tindakan mereka salah ? Sebenarnya kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan mereka yang telah "mengambil kesempatan" . Bukankah sebenarnya kita memang harus pandai melihat peluang? i mean, mereka bukan relawan ataupun aktivis kemanusiaan, mereka hanya lah warga biasa yang menolong sembari tetap mencari nafkah. Karena masih ada keluarga yang harus mereka nafkahi. Mereka rela menerobos banjir, bolak balik ngantarin orang itu juga uda sesuatu banget sebenarnya. Tapi seharusnya mau ambil untung juga jangan kebangetan sih ya, 2x lipat sih uda cukup kalo menurut gw, sayangnya tidak bagi mereka. Yah tapi inilah hidup. Kita tidak bisa mengharapkan semua orang baik pada kita, tapi kita harus percaya masih ada pula orang baik yang akan menolong kita. ^^


God bless us today , tommorow, forever, amen!

No comments:

Post a Comment