Wednesday, December 28, 2011

He made you perfect

Mitch Plank seorang pria single yang playboy, hidup santai dan ia tidak bisa setia dengan satu wanita, sering gonta ganti pasangan, sementara itu Dave Lockwood, adalah kebalikannya ia sudah menikah dan meninggalkan gaya hidup pria single-nya, kesehariannya diisi dengan kerja dan juga dengan menjaga anaknya yang kecil dan merepotkan. Suatu hari Mitch dan Dave bertemu di klub dan bersenang-senang sambil bercerita tentang kehidupan mereka, Setelah bersenang-senang mereka kencing di air mancur ajaib dan mereka berdua berkata “Andai saya punya kehidupan seperti kamu“, dan syalala terwujud, keesokan harinya mereka telah bertukar kehidupan. Dave menjadi Mitch, Mitch menjadi Dave.


Ini adalah cuplikan singkat Film The Change Up yang gw tonton 2 hari yang lalu. Kedua nya sama-sama tidak puas dengan kehidupan mereka sendiri. Dave iri dengan Mitch yang playboy yang punya banyak waktu santai dan bisa bermain dengan wanita mana pun. Mitch pun iri dengan Dave yang seorang pria mapan dan punya keluarga yang baik. 

Sama seperti kita, hal ini sering kita alami. Merasa gk puas sama kehidupan sendiri, selalu merasa kehidupan orang lain lebih baik, ya ntah mengapa rumput tetangga selalu lebih hijau. Kita cuma tau dan yang terlihat di mata kita adalah punya tetangga lebih 'hijau' padahal kita mungkin gk pernah tau bagaimana proses, kesusahan, kesulitan, perjuangan dia meng-'hijau'-kan rumputnya. Ketika kita melihat orang kaya yang punya segalanya, harta ada keluarga ada, kita merasa hidupnya perfect. 

Tetapi kita gk pernah tau, mungkin saja setiap malam dia pusing mikirin utangnya yang sama banyak dengan hartanya, atau dia punya harta dan keluarga tetapi menjadi tidak punya waktu dan mungkin saja dia memusingkan bisul dipantatnya. Hidup enak bukan cuma yang terlihat di mata kita, kita gk akan pernah tau gimana dahsyat nya kehidupan seseorang sampai kita berjalan sendiri dengan sepatunya, merasakan semua langkah-langkah yang harus orang tersebut jalani. Menginginkan kehidupan orang lain sepertinya ide yang bagus, hingga itu menjadi ide yang buruk setelah kita mengetahui kehidupan ini ternyata gk semudah dan seenak yang terlihat. Ya, percayalah semua orang punya kesulitannya masing-masing.

Apakah benar hidup ini tidak adil? hmm, sepertinya tidak. Pada saat Tuhan menciptakan kita, dia telah punya rencana-Nya sendiri, dan kehidupan kita ini semua sudah ada jalannya masing-masing, rancangan terindah dari-Nya. Adil gk adil itu sering sekali muncul dari pikiran kita sendiri, 'ketidakadilan' itu lahir dari 'keirihatian' saat kita melihat apa yang orang lain punya. 

contohnya, setiap melihat cewe/cowo (maaf) gendut punya gandengan, pasti dalam hati anda 'waatttttt! cewe/cowo gendut kaya gtu aja punya pacar! Masa gw kaga?' atau saat melihat orang enak"an tanpa perlu usaha keras, hati kita menjerit 'anjriiiit, dia uda dapat lebih tanpa harus usaha sekeras gue! gue mati"an dan masi gni-gni aja??' Damn, hidup itu gk adil banget! See? gk adil karena kita iri dengan apa yang orang punya, mereka hanya tengah 'beruntung' . Percayalah akan tiba hari dimana sinar 'keberuntungan' juga dan mungkin akan selalu menyinari kita, diwaktu yang tepat tentunya.

In the end, Hidup itu sebenarnya adil, jika kita bisa bijak melihat dan menilai kehidupan karena kita semua diciptakan oleh tangan yang sama. Jangan iri akan kehidupan orang lain, hargailah kehidupanmu, start count your blessings, you'll know how blessed you are n your life so damn wonderful. Jangan berharap menjadi sesuatu tanpa melakukan usaha apa pun, anda memang membutuhkan 'luck' dan juga berani jalan, karena Tuhan hanya menyediakan dan memberi jalan, tapi kitalah yang memutuskan mau menjalaninya atau gk.

There's nothing wrong with loving who you are, 
'Cause He made you perfect, babe ! '

God makes no mistakes
You're on the right track, baby
  You was born this way
:)

No comments:

Post a Comment