Monday, February 17, 2014

i'm a Believer not Belieber okay

I'm a little bit sheltered
I'm a little bit scared
I'm a little bit nervous
I'm goin' nowhere

I'm a little bit jealous
I'm a little bit slow
I'm a little bit hurtful

I'm a little bit angry

When everyone's around
But I get a little lonely
When no one's out
I feel my demons misleading me

Maybe when I get older
And I'm in the ground
Weights off my shoulders,
It was bringin' me down (down)

I've never been that lucky
I've never tasted fame (fame)
I was always lookin' for somethin'
But I hate changing

It doesn't matter what is out there
My head is spinnin and I won't bail out
It doesn't matter what is out there
 
I'm just a believer that things will get better
Some can take it or leave it
But I don't wanna let it go

American Author - Believer

Sehari-hari mungkin gue terlihat sebagai anak yang periang. But tbh actually not really. Sebenernya gue seperti punya 2 penyakit kronis. Satu adalah penyakit gila, saat dimana gue lupa minum obat, mood gue bener-bener lagi bagus-bagusnya uda kaya lagi nge-fly. Hal ini bisa menyebabkan gue kehilangan kontrol, bakal kaya orang gak waras. Iseng, dork, bertingkah jijay, stupid, ngoceh gak jelas, ketawa terus, ngelucu sampai pada detik itu juga gue merasa gue adalah makhluk terlucu yang pernah diciptakan oleh Tuhan dan gue harus ngedate dengan diri gue sendiri karena uda pasti hidup gue bakal hepi dan riang terus. 

Oh.. wait..what ?

Penyakit kedua adalah penyakit emo. Iyep, sebenernya gue anak yang cukup 'Emo' lol. im not kidding. Lirik lagu American Author diatas close enough untuk mendeskripsikan gue. Dan kalo penyakit emo gue ini kumat, rasanya gue bener-bener ingin beristirahat aja untuk waktu yang sangat amat bener-bener panjang. Gue sebenernya cukup paham atas diri gue sendiri, tbh gue adalah tipikal orang yang sebenernya pesimis realistis. Gue suka gak pede terhadap kemampuan diri gue. Gue selalu merasa gue gak bisa, kurang ini dan itu, semua gak bisa. Gue juga adalah seorang yang penakut tbh. Gue phobia sama yang namanya penolakan dan kegagalan. Hopeless and useless you know that feeling right? Gue berkali-kali menulis ke-stress-ke-depresi-an gue di blog tapi gue urungkan untuk mempublishnya dan tersimpan di draft. Tercatat pada tanggal 31 April 2013, 13 November 2013,dan 3 Januari 2014 gue lagi emo-emonya, super stress dan depresi. Mungkin banjir di Jakarta juga adalah tumpahan dari airmata gue. LOL

Apalagi yang terlindas di pikiran orang stress dan depresi selain untuk menyudahi segalanya. Gue tau ini lebay, gue tau diluaran sana masih banyak orang yang lebih susah lebih menderita dsb, gue-tahu. Sebut saya gue sakit dan kelainan, gue terkadang suka mikir cara terbaik untuk menyudahi segalanya, tapi gue mau semua tersudahi tanpa harus melewati hal mengerikan dan sebagainya. Calm, meski emo gue kumat, gue stress dan depresi i will not ever do something stupid karena gue pun terlalu 'chicken' untuk melakukan hal bodoh dan terlalu sayang untuk meninggalkan orang yang gue sayang. Afterall, gue tetap mencintai diri gue yang bodoh and moyung ini HAHAHA.

I dont really have a life plan. I dont have a day plan. Fakta bahwa lingkungan sosial serta masyarakat secara umum berekspektasi agar kita tahu apa yang ingin kita lakukan terhadap hidup dan dimana kamu melihat dirimu 5 tahun kedepan membuat gue ingin muntah berember-ember. Hal ini sedikit sulit untuk orang-orang yang bukan self assured/psychic seperti gue. Guys, you can still be ambitious without knowing particulars about what all you want to accomplish. Seperti, tiap kali gue ke foodcourt di mall, gue tahu gue ingin makan kenyang tapi bukan bearti gue langsung tahu makanan apa yang ingin gue order terlebih saat ke foodcourt yang baru pertama kali gue kunjungi (please don't question my logic). Plans aren't for everyone. Even year, month, or day plans. Some of us just react to the impromptu dan live spontaneously. 

Gue tahu pikiran adalah kunci utama. Disaat kita berpikir negatif maka refleksinya adalah hal yang negatif pula. Gue pun berkali-kali berusaha bangkit dengan menyakinkan diri sendiri bahwa gue lebih dari apa yang gue pikirkan. But you know saat dirimu berada di titik terendah you just cant help it right? Don't worry, i'm fine. Everything gonna be alright, i'm a believer that things will get better. Lord pls gimme strange, show me Your ways and lead me.

No comments:

Post a Comment