Thursday, August 28, 2014

Great Escape Season 2 Part 1

Liburan lebaran kemarin tepatnya tanggal 26 July - 9 Agustus gue, ma big sis nemenin babe enyak pulang kampung. Pulang kampung kemana? Pulang ke Hainan. Bah.. Hainan dimana pula itu? Hainan salah satu pulau di China. Agak dibawah, dari Guangzhou naik pesawat gak sampai sejam. Yah kayak Jakarta - Lampung deh. Akhirnya salah satu keinginan papa mama kesampaian juga. ^^

Berhubung kita pergi pas "Lebaran" uda pasti harga tiket setinggi langit. Kita pergi naik pesawat SQ, JKT-SIN-HKG harga tiket PP 720USD. Tanggal 27 nya kita langsung masuk Guangzhou. Sebenernya tanggal 28 nya mau langsung ke Sanya, Hainan. Tapi tiket yang siangan gak cukup buat kami ber4. Akhirnya beli yang tanggal 29. Naik China Southern one way Guangzhou - Sanya lumayan mehong juga ck 950RMB seorang. Ngomong-ngomong China Southern ada cerita mengesalkan dengan front desk domesticnya mereka saat di Haikou (ibukota propinsi Hainan) ntar baru gue cerita.

Maka mulailah catatan family visits kita. Memang tujuan utama liburan kali ini adalah menjumpai saudara yang tak pernah dijumpai. Menjalin tali silahturami jangan sampai terputus, jangan sampai next generation uda gak tau lagi ini siapa itu siapa karena gak pernah berjumpa.Sampainya kita di Sanya, kita dijemput oleh saudara mama. Anaknya adik cowok mama punya papa yang kedua. Kata lain ini cewek adalah sepupunya si mama.  Berhubung papanya mama adalah anak paling besar, maka emak gue adalah yang paling tua disini. Beh ini ai modis bener. Mobilnya bagus pula. 

Kita dibawa pulang kerumah dan bertemulah emak dengan kedua pamannya yang sudah lama tak pernah diliatnya. Haha hihi bernostalgia sana sini, sorenya kita dibawa ke Hotel. Malamnya makan seafood donk rame-rame. Beserta seluruh anak si paman kedua (anaknya 2 cewek 1 cowok, yang menjemput kita anak cewek kedua) Sejujurnya gue paling bingung dan lupa sama sebutan silsilah keluarga. Pokoknya ntah siapa-siapa aja. ada akong ada apo ada ai ada jiujiu ada ako. Pokoknya begitulah LOL 

Berhubung Sanya uda kaya Bali nya Indonesia, merupakan tempat wisata dan turis. Maka sebenarnya apapun disana MAHAL. Bahkan uda pernah masuk berita, harga-harga di Sanya itu memenggal para turis. Berhati-hatilah para turis. Kalau menurut gue sih Sanya yah mirip-mirip Indo lah. Mungkin karena disana juga tropis mulu jadi buah-buahannya pun sama dengan yang ada di Indo. Makanannya pun lebih cocok dilidah, lebih berasa dan cabe kuning khas mereka sih nyosss banget! Soal panas, beh sebenernya karena uda terbiasa dengan panasnya Indo. Awalnya sih geli-geli doank donk panasnya. Cuma must admit, kalau panasnya kita itu panas gerah, disana itu panasnya panas nyengat. Gue hitam dalam itungan ja, dan stupidnya gue karena gue pakai cardigan setengah lengan, jadi yang hitem itu cuma lengan kebawah doank. Panik karena atas sama bawah belangnya kontras akhirnya gue copotin dah tuh cardigan, tapi uda telat. hiks. Trus karena poninya gue naikin ke atas, pake kacamata hitem yang hitam cuma jidat dan hidung gue. ASLI GAK BANGET LOL. 

Pokoknya 4 hari 3 malam kita di Sanya terlewati dengan gembira dan perut selalu kenyang oleh makanan enak. Terkecuali hari terakhir yang sedikit terbuang sia-sia tetapi yah sudahlah gak usa dibahas karena sekali lagi tujuan utama kita adalah family visits bukan "jalan-jalan" . Terimakasih untuk ai - ai sekalian yang uda baik sama kita. Ai yang uda bela-belain cuti buat nemenin kita jalan seharin, erkong, sankong, xiexie nimen. 


With Ma sis, Emak dan Babeh
南山海上观音
Patung GuanYin super besar diatas laut. Kita bahkan bisa melihat patung ini dari pesawat. Cool!

天涯海角
Tian Ya Hai Jiao, Pantai bekennya Sanya. Soooo freakin hot. Gila!
nice view

 Dari Sanya kita pun berpindah tempat. Next destination adalah Qionghai. Qionghai ini masih kota di Hainan. Ini adalah kampungnya papa. Jika di Sanya kita berjumpa dengan saudara" Mama, maka disini kita akan berjumpa dengan saudara" Papa. Dari Sanya ke Qionghai kita naik bus dengan waktu perjalanan kurang lebih 2 jam. Sampai disana kita dijemput sama koko sepupunya papa. Sorenya kita dibawah ke rumah tuanya akong. Rumah 50an tahun lalu yang dibangun tapi gak pernah ditempatin. Rumah tua ini bener-bener kaya yang di film-film chinese jaman dulu itu. Ada pintu depan, begitu masuk ditengah ada halaman, bagian tengah merupakan ruang utama dan kiri kanan ada ruang-ruangan lainnya. Katanya pada jaman dulu kala, rumah si akong ini adalah rumah paling gede disana. hahaha cool!

Keesokan malamnya kita dibawa kerumah saudara papa lainnya, dan disini berkumpullah ntah siapa-siapa aja pokoknya masih saudara semua. Silsilah keluarga Papanya babe lebih ribetss karena anaknya banyak dan bercabang-canbang. Pokoknya gitu deh. Rame aja intinya. 

Setelah seminggu kita habiskan di Hainan, saatnya kembali ke Guangzhou dan bertolak ke Hongkong! 


TARAAAA !!! 


Pintu utama
Depan rumah uda ada yang bangun rumah dengan 2 lantai 
Ruang utama
Salah satu ruang lainnya

Sebagai tradisi, jika ada tamu apa orang yang pulang kerumah maka harus nyalain petasan. Petasan model di tivi-tivi jaman dulu. Heboh bingitsss. LOL
Foto ditempat yang sama dengan generasi yang telah berbeda!




No comments:

Post a Comment